Raymond/Joaquin: Semifinal Dramatis dan Psy War di Indonesia Open 2026

Raymond/Joaquin Melaju ke Semifinal Indonesia Open 2026, Kejutan di Tengah Persaingan Sengit

Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, kembali membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah bulu tangkis dunia. Mereka berhasil menembus babak semifinal turnamen bergengsi World Tour Super 1000, Indonesia Open 2026, setelah menampilkan performa gemilang di babak perempat final. Ini adalah pencapaian kedua mereka di level turnamen tertinggi dalam dua penampilan berturut-turut, sebuah prestasi luar biasa bagi pasangan yang sedang naik daun ini.

Keberhasilan Raymond/Joaquin kali ini diraih dengan mengalahkan dua pasangan papan atas dunia. Di babak perempat final yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026), mereka sukses menumbangkan pasangan kuat asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Laga yang berlangsung dramatis selama lebih dari satu jam tersebut akhirnya dimenangkan oleh pasangan Indonesia dengan skor akhir 16-21, 24-22, 21-18.

Kemenangan atas Hoki/Kobayashi bukanlah perkara mudah. Pasangan Jepang yang berperingkat 9 dunia ini dikenal sebagai rival yang tangguh, bahkan pernah menduduki peringkat 1 dunia. Sejarah mencatat bagaimana Hoki/Kobayashi kerap merepotkan pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Pertarungan melawan Hoki/Kobayashi sejak awal berlangsung ketat. Pasangan Jepang langsung memberikan tekanan dari area depan, membuat Raymond/Joaquin tertinggal di awal pertandingan. Meski tak berstatus unggulan, Hoki/Kobayashi menunjukkan permainan agresif dan cerdik yang membuat Raymond/Joaquin harus bekerja keras untuk mengimbangi.

Di gim pertama, Raymond/Joaquin sempat berusaha bertahan, namun beberapa kesalahan yang tidak perlu membuat mereka tertinggal. Skor sempat imbang berkali-kali hingga 10-10, sebelum Hoki/Kobayashi memimpin tipis 11-10 saat interval. Serangan beruntun dari pasangan Jepang yang memiliki kombinasi pemain kidal dan tangan kanan ini berhasil membongkar pertahanan Raymond/Joaquin. Perlawanan yang diharapkan dari pasangan Indonesia setelah interval tidak terlihat signifikan, mereka lebih banyak tertekan akibat kalah dalam kecepatan antisipasi. Meskipun mencoba memecah kebuntuan dengan tembakan-tembakan cerdik, gim pertama akhirnya harus mengakui keunggulan Hoki/Kobayashi dengan skor 21-16.

Bangkit di Gim Kedua dan Ketegangan Rubber Game

Memasuki gim kedua, Raymond/Joaquin menunjukkan tekad untuk bangkit. Mereka bermain tidak kalah agresif di area depan dan berhasil mengunci pergerakan Hoki/Kobayashi. Strategi no lob menjadi kunci bagi Raymond/Joaquin. Setiap kali ada kesempatan, mereka meredam bola ke arah bawah. Momentum mulai berpihak pada mereka ketika berhasil membuka jarak dari skor imbang 5-5 menjadi 11-7 saat interval.

Namun, Hoki/Kobayashi tidak tinggal diam. Mereka merespons dengan menargetkan Raymond yang terlihat sempat kesulitan dan baru pulih dari cedera paha. Kedudukan berhasil disamakan menjadi 18-18. Pertandingan semakin sengit, bahkan Raymond/Joaquin sempat tertinggal saat lawan mencapai match point 19-20. Dalam situasi genting tersebut, mereka menunjukkan mental juara. Dua kesalahan beruntun dari Hoki/Kobayashi memberikan harapan, dan Raymond/Joaquin berhasil merebut gim kedua dengan skor 24-22, memaksa pertandingan berlanjut ke rubber game.

Drama di Rubber Game dan Kemenangan Dramatis

Gim penentu berlangsung dengan tensi yang semakin tinggi. Di awal gim ketiga, sempat terjadi insiden yang melibatkan Joaquin. Ia mendapat peringatan dari wasit karena dianggap melakukan gerakan mengejek saat unggul 7-5. Kejadian ini seolah menjadi cambuk bagi Joaquin, namun ia justru melakukan beberapa kesalahan yang membuat Hoki/Kobayashi berbalik unggul 11-10 saat interval.

Tekanan tampaknya semakin menggigit Joaquin, yang sebelumnya sering menjadi pemecah kebuntuan. Ia sempat kesulitan dan tertinggal 12-16. Namun, keberuntungan berpihak pada pasangan Indonesia ketika Hoki/Kobayashi juga mulai melakukan kesalahan. Kesempatan kedua ini dimanfaatkan dengan baik oleh Raymond/Joaquin yang kembali menemukan kepercayaan diri.

Tujuh poin beruntun berhasil diraih oleh Raymond/Indra, membalikkan keadaan menjadi 19-16. Serangan bertubi-tubi dari Raymond yang dituntaskan dengan cekatan oleh Joaquin di depan net memastikan kemenangan dramatis bagi pasangan Indonesia. Skor akhir 21-18 di gim ketiga menutup pertandingan yang penuh ketegangan.

Kemenangan ini menandai kelolosan kedua Raymond/Joaquin ke babak semifinal turnamen Super 1000. Sebelumnya, mereka juga berhasil mencapai semifinal di ajang All England Open 2026, menunjukkan konsistensi mereka di level tertinggi kompetisi bulu tangkis dunia. Perjalanan mereka di Indonesia Open 2026 masih berlanjut, dan publik Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh bagi pasangan muda berbakat ini.