Bali United Bidik Striker Gacor, Kopitovic Ketiga Hengkang

Badai Perubahan di Lini Depan Bali United: Boris Kopitovic Susul Rekan, Perburuan Striker Baru Makin Panas

GIANYAR – Lanskap lini depan Bali United tengah dilanda badai perubahan signifikan. Setelah kompetisi Super League 2025/2026 resmi berakhir, klub kebanggaan Pulau Dewata ini kembali harus merelakan salah satu ujung tombaknya. Striker asal Montenegro, Boris Kopitovic, menjadi pemain ketiga yang dipastikan angkat koper dari Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Kepergian Kopitovic bukanlah sebuah kejutan total, mengingat ia mengikuti jejak dua bomber Bali United lainnya yang telah lebih dulu mengucapkan selamat tinggal. Muhamad Rahmat dan Yabes Roni Malaifani adalah dua nama yang lebih dulu berpamitan, menandai era baru di skuad Serdadu Tridatu.

Khususnya kepergian Yabes Roni, momen ini menjadi penutup perjalanan panjang seorang pemain yang telah menjadi bagian dari generasi pertama Bali United sejak klub ini didirikan di era kepelatihan Indra Sjafri pada tahun 2015. Kepergiannya berarti hanya menyisakan Ricky Fajrin sebagai satu-satunya “titan” senior dari masa-masa awal berdirinya klub.

Perpisahan dengan Mesin Gol Montenegro

Boris Kopitovic sendiri secara resmi mengakhiri masa baktinya bersama Bali United setelah kurang lebih satu setengah musim membela tim Serdadu Tridatu. Striker jangkung dengan tinggi badan 1,89 meter ini pertama kali merapat ke Bali United pada 1 Januari 2025. Sebelumnya, ia didatangkan dari klub asal Singapura, Tampines Rovers.

Selama mengenakan seragam merah khas Bali United, Boris Kopitovic menunjukkan performa yang cukup produktif di lini serang. Ia berhasil mencatatkan 47 penampilan di berbagai ajang kompetisi, dengan sumbangan 14 gol dan 5 assist.

Pada musim Super League 2025/2026, musim terakhirnya bersama klub, pemain yang identik dengan nomor punggung 9 ini tampil dalam 32 pertandingan. Kontribusinya pada musim tersebut terbilang signifikan, dengan mencetak 8 gol dan memberikan 3 assist.

Kini, Boris Kopitovic resmi meninggalkan Bali United dengan status bebas transfer. Status ini memberikan keleluasaan bagi striker yang diperkirakan memiliki nilai pasar mencapai Rp4,8 miliar versi Transfermarkt tersebut untuk bergabung dengan klub mana pun yang berminat pada musim mendatang tanpa adanya biaya transfer.

Pengumuman Resmi dan Ucapan Terima Kasih

Kepastian perpisahan antara Boris Kopitovic dan Bali United diumumkan secara langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri. Menurut Yabes, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama setelah kompetisi musim 2025/2026 usai.

“Selama 18 bulan terakhir, Boris telah banyak berjuang untuk Bali United, dan kami dari manajemen mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan perjuangannya bersama tim ini. Semoga di musim yang baru nanti, Boris sukses dengan perjalanan karier berikutnya,” ujar Yabes Tanuri dalam pernyataannya.

Ucapan terima kasih dan harapan baik ini menunjukkan apresiasi manajemen terhadap kontribusi yang telah diberikan oleh Kopitovic selama membela panji Serdadu Tridatu.

Kekosongan Nomor 9 dan Sinyal Agresivitas Transfer

Kepergian Boris Kopitovic secara otomatis meninggalkan kekosongan signifikan pada posisi striker utama, sekaligus nomor punggung keramat 9 di skuad Bali United. Situasi ini menjadi sinyal kuat bahwa manajemen Bali United diprediksi akan semakin agresif dalam memburu amunisi baru di lini serang pada bursa transfer musim 2026.

Terlebih lagi, performa Bali United di musim lalu belum sepenuhnya memuaskan para penggemar maupun pihak manajemen. Klub ini hanya mampu mengakhiri musim Super League 2025/2026 di peringkat ke-8 klasemen akhir. Raihan tersebut didapat dari 14 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 11 kekalahan, yang menghasilkan total 51 poin.

Dengan target untuk kembali bersaing di papan atas klasemen pada musim depan, manajemen dan pelatih Johnny Jansen diyakini akan berupaya keras mendatangkan seorang “mesin gol” baru yang mampu mendongkrak ketajaman lini serang Bali United. Perburuan striker berkualitas tinggi diprediksi akan menjadi prioritas utama dalam agenda transfer klub di jendela mendatang.

Perubahan di lini depan ini bukan hanya sekadar pergantian pemain, namun juga menandakan adanya evaluasi mendalam terhadap performa tim dan strategi yang akan diusung untuk menghadapi kompetisi di masa mendatang. Para pendukung Bali United tentu menantikan gebrakan dari manajemen dalam mendatangkan amunisi baru yang dapat membawa tim kesayangan mereka kembali ke jalur kejayaan.