PT Singaraja Putra Tbk Siap Gelar Rights Issue Triliunan Rupiah untuk Akuisisi dan Penguatan Modal
Jakarta – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau yang lebih dikenal dengan istilah rights issue. Langkah korporasi ini akan melibatkan penerbitan sebanyak-banyaknya 721.500.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham baru yang diterbitkan ini akan mewakili porsi signifikan sebesar 60% dari total saham perusahaan yang telah ditempatkan dan disetor penuh pasca rights issue.
Setiap pemegang dua saham lama yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perusahaan pada tanggal 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB akan berhak atas tiga Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 5.000 per saham. Pembayaran penuh atas harga saham ini wajib dilakukan bersamaan dengan pengajuan formulir pemesanan dan pembelian saham.
Potensi Dana Triliunan Rupiah dan Alokasinya
Manajemen SINI mengungkapkan dalam keterbukaan informasi pada Selasa malam, Juni 2026, bahwa potensi dana yang akan diterima perusahaan dari PMHMETD I ini diperkirakan mencapai Rp 3.607.500.000.000. Dana segar yang besar ini akan dialokasikan secara strategis untuk beberapa tujuan utama.
Sebanyak Rp 1,51 triliun dari dana hasil rights issue akan didedikasikan untuk mengakuisisi 507.380.875 saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Akuisisi ini mencakup 99,995% dari modal disetor dan ditempatkan KMS, yang dikuasai oleh PTRO. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis SINI dan menciptakan sinergi yang menguntungkan.
Selain itu, sebesar Rp 900 miliar dari dana rights issue akan dialokasikan untuk pembayaran lebih awal pokok utang SINI kepada para krediturnya. Penguatan struktur permodalan dan pengurangan beban utang ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kesehatan finansial perusahaan. Sisa dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk keperluan modal kerja perusahaan dan/atau anak usahanya, guna mendukung operasional dan ekspansi bisnis di masa depan.
Komitmen Pemegang Saham Pengendali dan Peran Pembeli Siaga
Para pemegang saham pengendali SINI, yang terdiri dari PT Autum Prima Indonesia (API) dengan kepemilikan 30% (144,30 juta saham), Batubara Development Pte. Ltd dengan kepemilikan 15,49% (78,03 juta saham), dan Hapsoro dengan kepemilikan 9% (43,29 juta saham), telah menyatakan komitmennya. Mereka akan melaksanakan sebagian HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I ini, dengan minimal sebesar 180 juta HMETD yang bernilai Rp 900 miliar.
Sementara itu, PT Kreasi Jasa Persada (KJP), yang menggenggam 19,74% saham SINI (94,94 juta saham), memilih untuk mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I. Total HMETD yang dialihkan oleh KJP mencapai 142,41 juta unit, dengan nilai sekitar Rp 712,05 miliar, kepada PT Petrosea Tbk (PTRO).
PTRO, yang saat ini memiliki 0,252% saham SINI (1,21 juta saham), menunjukkan dukungan penuh terhadap rencana ini. PTRO telah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi porsinya dalam PMHMETD I, yaitu sebanyak 1,82 juta HMETD. Lebih lanjut, PTRO juga akan menerima dan melaksanakan hasil pengalihan seluruh HMETD dari KJP, yang berarti PTRO akan menyerap sebanyak-banyaknya 142,41 juta HMETD. Dengan demikian, total HMETD yang akan dilaksanakan oleh PTRO mencapai sekitar 144,23 juta unit.
Peran penting PTRO tidak berhenti di situ. PTRO juga akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Dalam kapasitas ini, PTRO berkomitmen untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD lainnya. Komitmen PTRO sebagai pembeli siaga ini mencapai maksimal Rp 580,90 miliar.
Perlu dicatat bahwa apabila setelah pelaksanaan HMETD, pemesanan tambahan, dan pelaksanaan komitmen pembeli siaga masih terdapat saham yang tersisa, maka saham tersebut tidak akan diterbitkan oleh SINI.
Jadwal Pelaksanaan dan Persetujuan Pemegang Saham
Rencana aksi korporasi yang signifikan ini telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2026.
Jadwal pelaksanaan rights issue SINI akan dimulai dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juli 2026. Periode perdagangan HMETD akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2026. Para investor diharapkan memperhatikan jadwal ini untuk dapat memanfaatkan haknya secara optimal dalam aksi korporasi ini.




















