Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim 2025 Senilai Triliunan Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah mengambil keputusan penting terkait pengembalian nilai kepada para pemegang sahamnya. Perusahaan perbankan pelat merah ini akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2025. Nilai dividen yang ditetapkan adalah sebesar Rp 100 per saham.
Keputusan strategis ini telah melalui proses persetujuan yang matang, di mana Direksi dan Dewan Komisaris Bank Mandiri memberikan lampu hijau pada tanggal 18 Desember 2025. Informasi resmi mengenai keputusan ini disampaikan kepada publik melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan transparansi perusahaan kepada para investor.
Perkiraan Total Pembagian Dividen
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan lebih lanjut mengenai besaran total dividen interim yang akan disalurkan. Diperkirakan, total nilai dividen interim yang akan dibagikan akan mencapai angka yang signifikan, yaitu berkisar antara Rp 9 triliun hingga Rp 9,33 triliun.
Perhitungan mendalam telah dilakukan untuk menentukan angka tersebut. Adhika Vista menegaskan bahwa besaran dividen ini dihitung dengan mempertimbangkan jumlah saham yang beredar pada saat recording date (tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen), sekaligus memperhitungkan realisasi program pembelian kembali saham atau buyback yang telah dilakukan oleh perseroan.
“Perhitungan nilai dividen ini telah mempertimbangkan realisasi pembelian kembali saham perseroan hingga recording date,” ujar Adhika pada Senin (22/12/2025). Pendekatan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai yang adil kepada seluruh pemegang saham, baik yang memegang saham hingga tanggal pencatatan maupun yang terlibat dalam program buyback.
Jadwal Rinci Pembagian Dividen Interim
Untuk memastikan kelancaran proses pembagian dividen, Bank Mandiri telah menetapkan jadwal yang terperinci. Para investor diharapkan memperhatikan tanggal-tanggal penting berikut ini:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 Januari 2026
Ini adalah tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham Bank Mandiri agar berhak menerima dividen interim. - Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 6 Januari 2026
Mulai tanggal ini, saham yang diperdagangkan tidak lagi termasuk hak untuk menerima dividen interim yang akan dibagikan. - Cum Dividen di Pasar Tunai: 7 Januari 2026
Tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham Bank Mandiri di pasar tunai agar berhak menerima dividen interim. - Ex Dividen di Pasar Tunai: 8 Januari 2026
Saham yang diperdagangkan di pasar tunai mulai tanggal ini tidak lagi termasuk hak untuk menerima dividen interim. - Recording Date (DPS): 7 Januari 2026, pukul 16.00 WIB
Pada tanggal dan waktu ini, daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan dicatat. - Pembayaran Dividen: 14 Januari 2026
Dana dividen interim akan mulai ditransfer ke rekening para pemegang saham yang berhak pada tanggal ini.
Dasar Pembagian Dividen: Kinerja Keuangan Solid
Keputusan untuk membagikan dividen interim ini tidak terlepas dari kinerja keuangan Bank Mandiri yang solid. Dasar pembagian dividen ini merujuk pada laporan keuangan perseroan per tanggal 30 September 2025.
Hingga periode tersebut, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 37,73 triliun. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang substansial.
Selain itu, kondisi keuangan Bank Mandiri juga diperkuat dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya, yang tercatat sebesar Rp 214,27 triliun. Angka ini mencerminkan akumulasi keuntungan perusahaan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan strategis, termasuk pembagian dividen. Total ekuitas perusahaan pun mencapai Rp 313,84 triliun, menandakan fondasi keuangan yang kuat dan stabil.
Kinerja positif ini menjadi landasan yang kokoh bagi Bank Mandiri untuk kembali memberikan apresiasi kepada para pemegang sahamnya melalui pembagian dividen interim. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang.














