
Angka ini setara 55,67 persen dari target tahunan sebesar Rp70 triliun.
Geliat ekonomi ini berdampak langsung ke kesejahteraan warga:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Naik dari 83,3 (tahun 2024) jadi 83,8 (tahun 2025).
- Pengangguran: Turun dari 7,68 persen jadi 7,57 persen.
- Angka Kemiskinan: Anjlok dari 4,85 persen (2024) menjadi 3,81 persen (2025).
Amsakar menyebut, torehan positif ini membuktikan pembangunan Batam tidak hanya fokus pada angka-angka pertumbuhan ekonomi, tapi nyata meningkatkan kualitas hidup warganya.
“Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, kesuksesan ini adalah buah kerja sama banyak pihak. Mulai dari Pemko Batam, Forkopimda, BP Batam, pemerintah pusat, dunia usaha, hingga partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Marilah kita jadikan momentum Hari Jadi Kepulauan Riau ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, bekerja keras, dan berinovasi,” ajak Amsakar.
Ia berharap sinergi erat antara Batam dan Pemprov Kepri terus terjaga agar pembangunan berkelanjutan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
Upacara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, serta jajaran jajaran Forkopimda Kota Batam.
(Ipl/Ipl)




