Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, para WNI ini tidak langsung dilepas. Tim gabungan yang melibatkan aparat penegak hukum langsung melakukan pemeriksaan intensif.
Langkah ini diambil untuk melengkapi early assessment yang telah dilakukan KBRI sebelumnya.
Tujuannya yaitu memetakan sejauh mana keterlibatan masing-masing individu dalam sindikat penipuan internasional tersebut.
Data menunjukkan situasi di Kamboja sedang tidak baik-baik saja. Sejak 16 Januari hingga 22 Februari 2026, jumlah WNI yang melapor ke KBRI Phnom Penh mencapai 4.725 orang.
Angka ini sangat mengkhawatirkan karena sudah mencapai 92% dari total keseluruhan kasus sepanjang tahun 2025 yang berjumlah 5.088 orang.
Menanggapi eskalasi ini, Dubes RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto telah bertemu Menteri Dalam Negeri Kamboja Sar Sokha pada 19 Februari lalu.
Pertemuan tersebut fokus pada:
- Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara.
- Pemberangusan jaringan online scam.
- Penguatan mekanisme perlindungan WNI.
KBRI memprediksi arus kepulangan WNI dari Kamboja akan terus membengkak menjelang momen Lebaran.
Hal ini seiring dengan proses penerbitan dokumen perjalanan dan persetujuan denda keimigrasian yang terus dikebut.
(Ipl/Ft)























