Israel Ingin Wujudkan Rencana Trump Relokasi Warga Palestina

Relokasi Warga Palestina
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv pada Mei 2017. (Foto: Daniel Bar On - Anadolu Agency)

Trump berencana relokasi warga Palestina

Trump Ancam Barang Cina
Presiden Donald Trump saat berpidado setelah pelantikannya di Rotunda Gedung Capitol AS, Washington, DC, Amerika Serikat pada Senin 20 Januari 2025. (Foto: Aljazeera) 

Inisiatif Perdamaian Arab yang dirancang Saudi menyerukan normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel.

Dengan imbalan, penarikan diri Israel dari wilayah Arab yang diduduki sejak perang 1967. pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan solusi yang adil untuk masalah pengungsi.

Usulan Trump muncul sepekan usai perjanjian gencatan senjata berlaku di Gaza pada 19 Januari 2025.

Gencatan itu menangguhkan perang genosida Israel yang telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina.

Dari 47 ribu itu, mayoritas yang tewas adalah wanita dan anak-anak dan melukai lebih dari 111.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

7 tawanan Israel, termasuk 4 tentara, sejauh ini telah dibebaskan dan sebagai gantinya 290 tahanan Palestina juga dibebaskan, sejak gencatan senjata diberlakukan.

Serangan Israel menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan yang meluas dan krisis kemanusiaan yang telah merenggut nyawa banyak orang tua dan anak-anak.

Perang itu merupakan bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah ada.

Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

Sebelumnya, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Gaza.

 

Editor: Fatmi Rahim