Kepala Komando Barat Militer Filipina, Wakil Laksamana Ramil Roberto Enriquez mengatakan kalau jumlah kapal coast guard China di wilayah sengketa 3 pada Kamis (18/11), kemudian berkurang satu menjadi 2 pada Sabtu (20/11).
Enriquez menyebut kapal militer China telah pergi dari wilayah tersebut.
Menurut Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Hermogenes Esperon, terdapat 19 kapal di dekat Second Thomas Shoal baru-baru ini dan 45 kapal di dekat Pulau Thitu, daerah lain yang diduduki Filipina.
Sebelumnya, 3 kapal penjaga pantai China memblokir dan menembakkan senjata water canon ke 2 kapal suplai Manila yang sedang menuju pulau milik Filipina di Laut China Selatan.
Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, mengatakan kapal itu tengah menuju Second Times Shoal di Laut China Selatan saat insiden tersebut.
“Tindakan coast guard China ilegal,” ujar Locsin seperti dikutip Reuters, Kamis (18/11).
Locsin memperingatkan, tindakan Beijing yang gagal menahan diri mengancam hubungan kedua negara itu. (Ich)























