
Terkait biaya yang harus dikeluarkan calon konsumen, Nyoman menuturkan, pelanggan cukup menyediakan lokasi dan tempat. Sedangkan semua perangkat PLTS Rooftop bakal disiapkan PLN Batam.
Pelanggan tak perlu berinvestasi perangkat PLTS untuk dapat menikmati dan mengklaim penggunaan energi PLTS Rooftop.
“Kami harap green energy dapat cepat tercapai di Indonesia khususnya di Batam,” harapnya.
Senada, Manager Government Affair PT McDermot Indonesia, Syahrial, mengatakan saat ini pemanfaatan EBT menjadi tuntutan global untuk menurunkan emisi serta mendorong sektor industri menuju industri hijau yang menggunakan energi terbarukan.
“Semoga perusahaan industri lainnya yang memiliki lokasi cukup besar dapat terinspirasi untuk mulai dipasangkan PLTS Atap menggunakan energi terbarukan untuk membantu kegiatan operasionalnya,” kata Syahrial.
PT McDermot Indonesia merupakan perusahaan kedua di Batam yang telah menjalin MoU pemasangan PLTS Rooftop denganPLN Batam.
Sebelumnya, PT Karya Teknik Utama juga telah melakukan penandatangan MoU untuk pemasangan PLTS Rooftop di Sungai Binti, Sagulung.
Komitmen lainnya, PLN Batam dalam mendukung renewable energy juga diwujudkan dengan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) atau perjanjian pengembangan dengan PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen) dan perusahaan pengembang energi baru terbarukan Singapura, Sembcorp Industries (Sembcorp).
Hal itu untuk mengembangkan proyek penyimpanan energi dan tenaga surya terintegrasi skala besar di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Kepuluan Riau pada 25 Oktober 2021 lalu. (Erwin)




















