Nurnisma pun mencontohkan saat ini tak sedikit generasi muda yang tidak lagi saling mengenal hubungan kekerabatan satu sama lain.
“Harapan kita tentu hari ini mudah-mudahan Tuhan bisa mengabulkan permohonan ini dan kita semua berharap melalui ritual doa tulak bala ini mudah-mudahan bisa terjadi apa yang kita harapkan,” tuturnya.
Anggota DPRD Kota Solok Yoserizal dan Wazadly, selaku panitia mengatakan dengan doa tulak bala akan terhindar dan dijauhkan dari segala Bala dan bencana.
Selain itu doa tulak bala ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua,” kata Yoserizal.
Menurutnya kegiatan itu merajut dan menguatkan silaturahmi sesama masyarakat.
“Kegiatan ini tidak tertutup hanya untuk kalangan masyarakat Kelurahan KTK saja, tetapi semua warga Solok pada umumnya bisa saling mendoakan untuk hal kebaikan dan keberutungan,” ucap Yoserizal.
Ketua LKAAM Kota Solok Rusli menyebut tradisi doa tulak bala merupakan permohonan kepada Allah SWT dengan cara membacakan shalawat nabi secara bersama – sama dengan sambil berjalan kaki mengelilingi hamparan sawah dengan dipandu oleh seorang ulama.
“Tulak bala itu sendiri bertujuan agar tanaman terhindar dari berbagai macam bahaya dan hama penyakit tanaman, sehingga hasil panen sesuai harapan petani,”kata Rusli.
Penulis: Niko Irawan
Editor: M Ichsan






















